Biaya Bangun Kos-Kosan
Membangun kos-kosan membutuhkan investasi yang cukup besar, namun dapat menghasilkan pendapatan pasif yang stabil. Dengan estimasi biaya sekitar Rp1–2 miliar (tergantung lokasi, desain, dan fasilitas), bisnis kos-kosan bisa menjadi pilihan investasi yang menguntungkan, terutama di kawasan dengan permintaan tinggi.

HUBUNGI KAMI | 082352108600
Biaya Bangun Kos-Kosan
Investasi di bisnis kos-kosan dapat memberikan hasil yang menguntungkan, terutama di daerah yang memiliki permintaan tinggi seperti dekat kampus, perkantoran, atau kawasan industri. Sebelum memulai pembangunan kos-kosan, penting untuk memahami estimasi biaya yang dibutuhkan. Berikut ini adalah faktor-faktor yang memengaruhi biaya pembangunan kos-kosan beserta estimasi rinciannya.
1. Harga Tanah di Lokasi yang Dipilih
Lokasi sangat mempengaruhi biaya keseluruhan proyek kos-kosan. Di kota besar atau dekat pusat pendidikan, harga tanah bisa mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah per meter persegi. Di area pinggiran kota, harganya mungkin lebih terjangkau, namun potensi pasar bisa lebih kecil dibandingkan pusat kota.
2. Desain Kos-Kosan dan Luas Bangunan
Desain dan luas bangunan kos-kosan juga memengaruhi biaya. Berikut dua kategori umum kos-kosan yang berbeda kebutuhan ruangnya:
- Kos Standar: Kamar mandi di luar kamar, fasilitas minimal, dan ukuran kamar sekitar 12–15 meter persegi.
- Kos Eksklusif: Kamar mandi dalam, furnitur lengkap, AC, Wi-Fi, dan ukuran kamar 18–24 meter persegi.
Kos eksklusif tentu membutuhkan luas lebih besar dan material berkualitas lebih tinggi, sehingga biayanya pun lebih besar.
3. Biaya Pembangunan per Meter Persegi
Biaya bangunan per meter persegi tergantung pada kualitas material dan finishing yang digunakan. Rata-rata biaya bangun kos-kosan adalah sekitar Rp3 juta hingga Rp7 juta per meter persegi. Untuk perhitungan kasar, misalnya Anda ingin membangun kos-kosan dengan 10 kamar ukuran 15 meter persegi dan menggunakan estimasi biaya Rp5 juta per meter persegi:
- 10 kamar x 15 m² = 150 m²
- 150 m² x Rp5 juta = Rp750 juta
Biaya ini sudah termasuk struktur dasar, dinding, atap, dan instalasi dasar seperti listrik dan air, namun belum termasuk fasilitas tambahan.
4. Biaya Furnitur dan Fasilitas Tambahan
Untuk menambah daya tarik, kos-kosan umumnya dilengkapi furnitur dan fasilitas penunjang. Berikut adalah estimasi biaya untuk beberapa fasilitas tambahan:
- Furnitur dasar per kamar (tempat tidur, lemari, meja, dan kursi): Rp5–10 juta
- AC per kamar: Rp3–5 juta
- Wi-Fi dan CCTV: Rp10–15 juta untuk satu bangunan
Sebagai gambaran, untuk kos-kosan dengan 10 kamar dan estimasi Rp10 juta per kamar untuk furnitur, total biayanya adalah 10 x Rp10 juta = Rp100 juta.
5. Biaya Perizinan dan Administrasi
Untuk membangun kos-kosan, diperlukan izin mendirikan bangunan (IMB), izin operasional, serta berbagai pajak dan biaya administrasi lainnya. Biasanya, biaya perizinan dan administrasi ini sekitar 5–10% dari total biaya pembangunan.
6. Total Estimasi Biaya
Dengan menggunakan data di atas, berikut adalah contoh perhitungan biaya membangun kos-kosan standar 10 kamar:
| Komponen | Estimasi Biaya |
|---|---|
| Harga tanah (150 m²) | Rp300 juta (tergantung lokasi) |
| Pembangunan (150 m² x Rp5 juta) | Rp750 juta |
| Furnitur & Fasilitas | Rp100 juta |
| Administrasi & Izin | Rp75 juta |
| Total Biaya | Rp1,225 miliar |
7. Perkiraan Pendapatan
Setelah kos-kosan selesai dibangun, pengelolaannya menjadi tahap penting untuk memaksimalkan keuntungan. Misalnya, jika setiap kamar disewakan dengan harga Rp1,5 juta per bulan, maka potensi pendapatan bulanan adalah Rp15 juta. Dengan asumsi tingkat okupansi 90%, pendapatan bulanan berada di kisaran Rp13,5 juta atau sekitar Rp162 juta per tahun.